Postingan

Cerita Mini : Kisah Tukang Pisang dan Seorang Pengemis

Gambar
Pada suatu siang dengan terik matahari yang menyengat, Seorang tukang pisang keliling beristirahat dibawah jembatan layang. Mukanya tampak lelah dengan keringat yang menyerbu seluruh area wajahnya. Tak berapa lama seorang pengemis juga beristirahat di tempat yang sama. Si pengemis yang baru saja datang kemudian menghitung penghasilannya. Tampak beberapa uang recehan, uang seribuan dan uang dua ribuan. Setelah dihitung kurang lebih jumlahnya mencapai tiga puluh ribu rupiah. Si Tukang pisang yang sedari tadi memperhatika si pengemis menghitung uang kemudian merogoh kantongnya. Ada dua lembar uang seribuan dan 4 lembar uang dua ribuan. “Dapat berapa Pak, hasil berjualan pisang”? tanya si pengemis. “Sepuluh ribu Pak, Bapak sendiri dapat berapa dari hasil mengemis”? ujar si tukang pisang. “Pak dari pada Bapak capek-capek jualan pisang kesana kemari, Lebih baik Bapak jadi pengemis aja kaya saya. Lihat Pak, baru setengah hari saya sudah dapat tiga puluh ribu. Kerjanya juga tidak ...

Wedding Story : Ku Pinang Kau dengan Bismillah

Gambar
Hari masih gelap, namun aku sudah terbangun oleh suara   hape   yang tak jauh dari tempat ku tidur. Aku beranjak dan ku buka pesan yang datang. “Bangun Naz.. Yuk sambut rezeki hari ini” Tulis Ela dalam pesan singkatnya. Ela adalah kekasihku, sudah tiga tahun kami menjalin komitmen bersama. Meski kami menjalani hubungan  LDR  ( Long Distance Relationship ), tapi kami tidak merasakan itu sebagai sebuah masalah. Ela adalah penggerak kakiku yang kadang malas, penuntun tanganku yang kadang diam, pendorong ragaku yang kadang rapuh. Dengannya aku merasakan keajaiban aku selalu bersemangat dalam menjalani hari-hariku. Hari ini aku akan bertemu dengannya untuk menyampaikan kabar yang membahagiakan. Aku harus bergegas. Sebelum mandi, aku sempatkan membalas pesan singkatnya.. “Ya Kekasihku.. Terima kasih ya...” tulisku. *** Kami bertemu di tempat biasa, di sebuah  foodcourt  di Mall Ekalokasari. Kami memang suka disini. Tempat favorit kami di po...

Cerita Mini : Kisah Eksekutif Muda dan Seorang Kakek Tua

Gambar
Suatu sore diwaktu shalat Ashar, Indra menyempatkan untuk mengerjakan shalat ashar di masjid dekat kantornya sebelum pulang ke rumah. Dia mengerjakan shalat Ashar dengan kurang khusyu. Di pikirannya ada sekelumit masalah yang mengganggu. Dia tak dapat konsentrasi karna ada sesuatu yang sedang ia pikirkan tentang kebenaran. Siang tadi sewaktu masih di kantor. Indra di temui rekan kerjanya untuk mendengarkan laporan keuangan dari proyek yang mereka kerjakan bersama. Kebetulan Indra adalah pimpinan proyek dan rekannya tersebut bagian bendahara. Sang Kawan menawarkan untuk berbagi keuntungan dari proyek itu. Ada sisa uang yang nilainya lumayan besar, ditaksir puluhan juta. Sang Kawan menyampaikan idenya untuk me"Markup" laporan keuangan agar seolah-olah anggaran yang ada telah habis tanpa sisa. Atas ide sang kawan, Indra menyatakan pikir-pikir. Disatu sisi Indra merasa berhak atas uang itu. Wajar karna dia adalah pimpinan proyek dan berkat kerja kerasnya proyek yan...

School and The Friends : Pulang Mei!

Gambar
Tidak seperti biasanya pagi itu Mei yang biasanya ceria tiba di sekolah dengan wajah yang datar. Datar karena keceriaan dari wajahnya hilang. Biasanya Mei berjalan dengan khas dengan setengah melompat-lompat tapi kali ini tidak. Kakinya begitu ogah-ogahan menapaki aspal tempat ia berjalan. Mei adalah gadis 14 tahun yang kini duduk di bangku SMP kelas VIII. Dia tipikal anak yang ramah dan masuk ke semua orang. Artinya Mei berteman dengan siapa saja dan karena itu dia tidak punya teman yang spesial. Kehampaan Mei berlanjut saat jam pelajaran. Mei yang biasanya cerewet di kelas tiba-tiba jadi pendiam. Bukan so cool, tapi memang ada sesuatu yang berbeda dari hari biasanya. Sayangnya orang-orang di sekitarnya tidak begitu peka dengan keadaan Mei. Ya itu tadi karena Mei selalu ceria dan tak pernah terdengar punya masalah. Saat jam istirahat, Mei bukannya ke kantin tapi malah berdiri di depan pintu kelas. Memandang ke arah orang-orang yang berlalu lalang tapi tidak jelas dia meliha...

School and The Friends : Kita Semua Sayang Lulu!

Gambar
Suasana ceria di Senin pagi saat anak-anak setengah bersemangat saat berangkat dan tiba di sekolah. Kenapa setengah? Setengah semangat karena bakal ketemu teman-teman setengahnya lagi ya tentu bakal bete belajar di kelas. Ya begitulah anak-anak kadang apa yang bermanfaat malah dianggap menjemukan. Naura dan Oline yang sudah sampai di sekolah juga tak kalah bersemangat. Bahkan saking semangatnya mereka malah teriak-teriak. “Lu.. tunggu Lu..” teriak Naura dan Oline bergantian. Lulu yang sekali melihat ke arah Naura dan Oline tampak tidak menggubris panggilan Naura dan Oline. Malahan Lulu semakin mempercepat langkah menghabiskan koridor sekolah untuk buru-buru ke kelas. “Si Lulu kenapa sih, Kok kita panggil-panggil gak respon ya? Cetus Naura. “Iya si Lulu bikin sebel aja.. Gak tau ya gue abis makan sambel” cerocos Oline. “Hubungannya Lu makan sambel sama Lulu apa lin?” tanya Naura. “Gak Tau.. Pokoknya Oline sebel!” protes Oline. “Eh.. eh.. Rania sama anak-anak dah...

Blog Series : Antara Mimpi, Janji, dan Cinta - Episode Terakhir

Gambar
Pagi yang cerah di gelaran Gebyar Garut Festival. Garut tampak berwarna warni. Apalagi di sekitar jalan Ahmad Yani dan Alun-Alun Kota Garut begitu terasa semarak. Umbul-umbul, baliho, spanduk, bertebaran di sekitar jalan Ahmad Yani. Di dekat alun-alun Kota Garut tampak panggung hiburan sudah siap memanjakan masyarakat Garut. Rama yang pagi ini sudah siap dengan setelan kemeja casual merah maroon dan celana jeans biru kehitaman berjalan kaki menuju Bale Paminton tempat berlangsungnya Festival Sastra Garut yang juga menjadi bagian dari Gebyar Garut Festival. Sesampai di Bale Paminton , tampak orang-orang memadati meja registrasi di pintu masuk Bale Paminton. Warga Garut terutama kalangan mahasiswa tampak antusias untuk mengikuti acara. Hal ini bukan tanpa alasan, karena hari ini Lestari Purnama Juwita, puteri daerah asli Garut akan meluncurkan dan membedah novel pertamanya yang berjudul ‘Antara Mimpi, Janji, dan Kita.’ Usai melakukan registrasi Rama langsung masuk ke dalam. T...

Cerita Mini : Lima Ribu

Gambar
Sore itu sepulang kuliah... "Makan dulu yuk!" ucap Dodo "Mhh.. Engga deh, aku langsung pulang aja" sahutku   "Ayolah.. di warteg aja... cukup lima ribu...!!" paksa Dodo Ya di dompetku masih ada uang selembar, lima ribu. Perutku juga sudah keroncongan.. sudah meminta-minta untuk dihujani makanan.. "Ya sudah Do, yuk kita makan!!" Aku tak tak bisa menolak lagi.. Jujur aku memang sangat lapar.. Sesampai di Warteg (Warung Tegal), Ku lihat orang-orang tengah lahap-lahapnya menyantap makanan. Aku sampai beberapa kali menelan ludah.. Perutku juga beberapa kali berbunyi.. "Dod, aku pulang ya...! Kamu makan sendiri aja!" Sahutku kemudian. "Lho kok gitu Yud..!" "Aku harus buru-buru pulang Do.. Sorry ya.." cetusku sambil langsung beranjak pergi meninggalkan Dodo yang sedang mengantre untuk dilayani. Entah dirasuki Jin mana, aku merasa aku harus segera pulang. Akupun mengambil motor dan langsung ...