Cerita Mini : Kisah Tukang Pisang dan Seorang Pengemis

Pada suatu siang dengan terik matahari yang menyengat, Seorang tukang pisang keliling beristirahat dibawah jembatan layang. Mukanya tampak lelah dengan keringat yang menyerbu seluruh area wajahnya. Tak berapa lama seorang pengemis juga beristirahat di tempat yang sama.

Si pengemis yang baru saja datang kemudian menghitung penghasilannya. Tampak beberapa uang recehan, uang seribuan dan uang dua ribuan. Setelah dihitung kurang lebih jumlahnya mencapai tiga puluh ribu rupiah. Si Tukang pisang yang sedari tadi memperhatika si pengemis menghitung uang kemudian merogoh kantongnya. Ada dua lembar uang seribuan dan 4 lembar uang dua ribuan.
“Dapat berapa Pak, hasil berjualan pisang”? tanya si pengemis.
“Sepuluh ribu Pak, Bapak sendiri dapat berapa dari hasil mengemis”? ujar si tukang pisang.
“Pak dari pada Bapak capek-capek jualan pisang kesana kemari, Lebih baik Bapak jadi pengemis aja kaya saya. Lihat Pak, baru setengah hari saya sudah dapat tiga puluh ribu. Kerjanya juga tidak capek Pak. Tinggal pasang muka kasihan aja” Terang si pengemis dengan panjang lebar.
Si tukang pisang tersenyum lirih.

Beberapa tahun kemudian...
Si pengemis masuk ke sebuah toko untuk menjalankan pekerjaannya, meminta rasa kasihan orang. Baru masuk di depan pintu. Si pengemis tertegun dan langsung keluar dari toko itu. Seseorang dari dalam toko kemudian mengejar si pengemis sampai keluar toko.
“Tunggu sebentar Pak” Pinta orang yang mengejar si pengemis.
Si pengemis berhenti...
“Saya ada sedikit rezeki, mudah-mudahan ini bermanfaat buat Bapak”. Ujar seseorang yang keluar dari toko sambil memberikan amplop pada si pengemis.
Si pengemis menerima amplop tersebut...

“Terima kasih, kalau bukan karena Bapak, mungkin saya tidak akan punya toko kripik pisang ini. Bapak telah menyadarkan saya” Ujarnya lagi sambil bergegas kembali masuk ke toko.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

School and The Friends : Pulang Mei!

Wedding Story : Ku Pinang Kau dengan Bismillah

Blog Series : Antara Mimpi, Janji, dan Cinta - Episode 3