Cerita Mini : Lima Ribu
Sore itu sepulang kuliah...
"Makan dulu yuk!" ucap Dodo
"Mhh.. Engga deh, aku langsung pulang aja" sahutku
"Ayolah.. di warteg aja... cukup lima ribu...!!" paksa Dodo
Ya di dompetku masih ada uang selembar, lima ribu. Perutku juga sudah keroncongan.. sudah meminta-minta untuk dihujani makanan..
"Ya sudah Do, yuk kita makan!!"
Aku tak tak bisa menolak lagi.. Jujur aku memang sangat lapar..
Sesampai di Warteg (Warung Tegal), Ku lihat orang-orang tengah lahap-lahapnya menyantap makanan. Aku sampai beberapa kali menelan ludah.. Perutku juga beberapa kali berbunyi..
"Dod, aku pulang ya...! Kamu makan sendiri aja!" Sahutku kemudian.
"Lho kok gitu Yud..!"
"Aku harus buru-buru pulang Do.. Sorry ya.." cetusku sambil langsung beranjak pergi meninggalkan Dodo yang sedang mengantre untuk dilayani.
Entah dirasuki Jin mana, aku merasa aku harus segera pulang. Akupun mengambil motor dan langsung tancap gas..
Sesampai di rumah...
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam" Jawab semua orang rumah yang kutemui di ruang keluarga.
"Horee Kakak pulang, Kakak bawa makanan gak?" tanya Dina adikku.
"Iya nih, laper Kak, belum makan" Tambah Neni adikku yang lain.
Ku lihat adik bungsuku Fahru yang masih lima tahun juga tampak tak bersemangat..
"Memang di dapur gak ada makanan" tanyaku.
"Enggak. Cuma ada nasi aja" Jawab Dina.
"Abah gak punya uang Kak.. Jadi malam ini cuma ada nasi" timpal Neni.
Adik bungsuku lagi-lagi diam saja tak bersemangat. Sepertinya ia tahu benar kalau keluarga ini sedang susah. Akhirnya ku buka dompetku. Aku ambil uang lima ribu yang dari tadi aku pertahankan di dompet. Tapi.. apa yang bisa dilakukan uang lima ribu ini untuk membuat adik-adikku tersenyum.
"Din, Kamu ke warung ya! beli telor satu, kecap 3 sachet, sama bumbu nasi goreng dua sachet!"
"Baik Kak"
Aku lihat ke daput masih ada minyak goreng, cabe rawit, bawang, dan juga tomat. Begitu datang telor, kecap, dan bumbu nasi goreng langsung saja ku nyalakan kompor dan kubuat nasi goreng spesial lima ribu.. Semua nasi yang ada kumasukkan.. Satu wajan besar nasi goreng ku aduk-aduk sampai semua bumbu merata.. sampai nasi-nasinya menjadi lembut dan renyah.
Setelah matang, ku hidangkan nasi goreng ke dalam enam piring, untuk adik-adikku, untuk ayah ibuku, dan untukku yang sedari tadi menahan lapar. Akhirnya adik-adikku bisa tersenyum, Ayah Ibu juga. Aku begitu bahagia bersama mereka...

Komentar
Posting Komentar